|
Asep Irawan Fundraising Manager Dompet Dhuafa
Pernah seorang teman berandai-andai menjadi penemu. Menurutnya, menjadi seorang penemu lebih sering menemukan sebuah ide brilian, dan merangkainya menjadi sebuah karya fenomenal, yang membuatnya terkenal. Bisa bermanfaat bagi keberlangsungan umat manusia atau sekedar popularitas. Begitulah anggapannya. Namun saya sendiri menyadari sebuah ide tidak akan datang begitu saja. Ada sebuah proses menemukannya, seperti seorang pujangga yang mengamati keindahan alam untuk memuja Klaliknya. Begitu pula seorang penulis, yang mencari ide kesana kemari untuk menghantarkan sebuah tulisan kepada khalayak pembacanya. Bagi seseorang yang peka, sebuah ide akan muncul saat berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya. Mengambil inspirasi dari kondisi yang terjadi, atau bahkan pembicaraannya dengan seseorang. Sebuah ide kerap diidentikkan dengan gambar sebuah lampu yang menyala terang, layaknya sebuah inspirasi yang mencerahkan.
Jika menatap cermin, sesekali coba tanyakan, apakah kita telah menjadi pribadi yang mampu memberikan inspirasi? Inspirasi kepada lingkungan sekitar, entah itu keluarga, teman, rekan kerja, atau siapa saja. Sebagai seorang muslim, kita tentu telah memiliki pribadi mulia yang senantiasa dapat menjadi sosok Inspiratif dan teladan, yakni Rasulullah SAW. Baik dalam kehidupan berumah tangga, keluarga maupun dalam kehidupan sosial bermasyarakat.
Untuk sampai pada maqam Rasul, tentu jauh panggang dari api. Tapi untuk menjadi pribadi yang inspiratif, kenapa tidak? Memang, tak mudah menjadi pribadi yang inspiratif. Karenanya kita memang harus banyak belajar. Tak perlu malu untuk selalu mencari inspirasi, jika itu demi pembenahan diri. Yakinlah akan datang suatu saat, setiap hal yang kita lakukan menjadi sebuah cerita inspiratif bagi siapa pun yang membutuhkan. Insya Allah.
|