| Direktur RBC Dompet Dhuafa Terima Brevet Keahlian Dokter Spesialis Anak |
|
|
| Written by tya | |
| Tuesday, 01 June 2010 | |
Direktur RBC (Rumah Bersalin Cuma-Cuma), Tito Gunantara, dr., M. Kes (Kamis, 29/04/2010) resmi dilantik sebagai dokter spesialis anak dengan predikat nilai A.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada istri, anak dan orang tua serta kolega yang sudah mendukung hingga akhirnya sampai di tempat ini,” ungkap dokter Tito sambil menitikkan air mata. Tito mengakui, perjuangan selama menempuh pendidikan sebagai calon dokter spesialis anak telah banyak menyita waktunya. Banyak hak anak-anak dan keluarganya yang kurang demi menyelesaikan studinya. “Seteleh ini, saya ingin lebih banyak meluangkan waktu saya untuk keluarga,” tandasnya. Suasana haru semakin menjadi saat Direktur Utama RSHS, Deis Muhammad Rijal menyatakan bahwa keempat lulusan spesialis dokter anak ini semuanya mendapatkan nilai A. Berkat kegigihan dan kerja keras para keempat dokter tersebut mereka mendapatkan nilai terbaik pasca mengikuti ujian nasional yang di uji oleh akademisi dari Jakarta, Solo dan Yogyakarta. “Dengan dilantiknya anda-anda hari ini, bukan berarti perjuangan usai. Masih banyak PR-PR yang harus dikerjakan. Apalagi tantangan globalisasi yang semakin banyak, membuat para dokter harus siap menghadapi tantangan tersebut. Dan yang paling penting adalah akhlak anad-anda semua, baik kepada para pasien maupun sejawat yang berinteraksi dengan anda. Anda harus bisa menunjukkan perilaku yang berbudi luhur,” papar Muhammad Rijal. Mudah-mudahan dengan diraihnya gelar baru oleh dr, Tito bisa semakin mengembangkan Rumah Bersalin Cuma-cuma (RBC) Dompet Dhuafa Bandung, sebuah institusi persalinan khusus dhuafa, yang selama ini sudah dipimpinnya. Selamat dok! (Siro) |
|
| Last Updated ( Tuesday, 01 June 2010 ) |
| < Prev | Next > |
|---|










Direktur RBC (Rumah Bersalin Cuma-Cuma), Tito Gunantara, dr., M. Kes (Kamis, 29/04/2010) resmi dilantik sebagai dokter spesialis anak dengan predikat nilai A.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada istri, anak dan orang tua serta kolega yang sudah mendukung hingga akhirnya sampai di tempat ini,” ungkap dokter Tito sambil menitikkan air mata.