| Berdayakan Umat melalui Pengobatan ala Nabi |
|
|
| Written by tya | |
| Friday, 09 July 2010 | |
|
Belakangan, gerakan Back to Nature, atau pengobatan dengan menggunakan ramuan herbal mulai marak di tengah masyarakat. Islam sendiri, sebetulnya sudah jauh hari mengenal pengobatan jenis ini yang diwarisi sejak zaman Nabi. Jika menelisik masa lampau, Rasulullah SAW telah memiliki metode pengobatan yang disunnahkan, yakni Hijamah atau populer disebut Bekam.
Dari Ibnu Abbas r.a. Rasulullah bersabda : "Kesembuhan (obat) itu ada pada tiga hal: dengan minum madu, pisau hijamah (bekam), dan dengan besi panas. Dan aku melarang ummatku dengan besi panas." (Hadist Bukhari)
Bekam merupakan suatu seni pengobatan Islam yang dimulai sejak 1400 tahun yang lalu yang diperintahkan langsung oleh malaikat Jibril kepada Rasulullah SAW. Suatu proses pengeluaran darah kotor atau pengeluaran sel–sel darah merah yang sudah tidak terpakai lagi oleh tubuh yang bisa mengganggu proses kerja metabolisme tubuh. Bekam dapat dilakukan sebagai tindakan preventif untuk menjaga kesehatan dan penjagaan diri terhadap penyakit. Dapat juga digunakan sebagai pengobatan penyakit, dengan waktu-waktu yang dianjurkan. Beberapa hadist menyatakan waktu bekam yang paling baik adalah pada hari ke-17, 19 dan 21 (tahun Hijriah) ketika cairan-cairan tubuh bergolak keras dan mencapai puncak penambahannya karena bertambahnya cahaya di bulan. PESANTREN TERAPHIS DOMPET DHUAFA - BRC Kini, popularitas pengobatan ala Nabi semakin tampak dari tumbuh suburnya institusi-institusi kesehatan Islami, semisal Bekam Ruqyah Center (BRC). Bahkan, saking banyaknya permintaan bekam, BRC yang saat ini telah memiliki 21 cabang dengan 10.000 pasien perbulannya, dua diantaranya di Malaysia dan Singapura, pun masih kewalahan. Salah satu penyebabnya adalah sumber daya manusia yang berperan vital sebagai Teraphis Bekam terbilang minim. Untuk itu, Dompet Dhuafa bersinergi dengan PT. BRC Berkah Internasional menggagas sebuah program pendidikan Wirausaha khusus bagi kalangan dhuafa, “Pesantren Teraphis BRC Dompet Dhuafa”. Selain bertujuan membuka lapangan kerja untuk kalangan kurang berpunya dengan mencetak para ahli Teraphis bekam, program ini pun bertujuan untuk turut serta menyosialisasikan pengobatan Islami ke tengah masyarakat. Untuk menjaga amanah umat, mereka yang berminat untuk bergabung dalam program ini harus melalui serangkaian seleksi, semisal: Seleksi Administrasi dan Prestasi, tes tertulis, wawancara, Tahsin (baca Alquran), dan juga survei. Setelah lolos seleksi, peserta otomatis akan memeroleh ragam fasilitas yang disediakan “Pesantren Teraphis Kesehatan Islami”, mulai dari pendidikan kesehatan Islam Komprehensif, Kegiatan kelas full Multimedia, serta Fasilitas modul dan materi pelajaran secara Cuma-cuma.
Melalui pembinaan di pesantren ini, diharapkan akan muncul SDM yang berkualitas serta memiliki kompetensi dalam pengobatan Islami yang dapat bersaing dengan pembekalan yang telah didapat.(Seninda Asri)
|
| < Prev | Next > |
|---|










Setiap kali terserang penyakit, tentu kita mencoba ikhtiar mencari obatnya. Bahkan, jika tak kunjung sembuh, kita berupaya menemui dokter atau pakarnya, dengan harapan dapat menjadi jalan bagi kesembuhan.