Ramadhan Bulan Tarbiyah Print E-mail
Written by tya   
Wednesday, 25 August 2010

Image

Ramadhan sering dikatakan sebagai bulan tarbiyah bagi jiwa agar bisa betul-betul merasakan kehadiran Allah dan menyadari bahwa kita adalah makhluk-Nya yang tidak berdaya. Agar dapat mendidik jiwa kita, maka kita harus mengenal dulu apa itu jiwa.

Sistem Jiwa atau Nafs

Manusia itu sistem jiwanya disebut Nafs.  Nafs itu meliputi beberapa hal, yaitu akal, qalbu, hati nurani, dan ruh.

Akal berkaitan dengan kemampuan otak menerima ilmu pengetahuan dan kecakapan memecahkan masalah. Kalau mau mengubah manusia, maka akal inilah yang menjadi penentu. Sebab berhasil atau gagalnya manusia dalam hidup, tergantung pada penggunaan akalnya.

Akal juga yang membedakan manusia dengan hewan. Akal mendorong manusia untuk mampu berpikir, memilah, dan berkreatif. Kita dapat mengambil contoh rumah. Baik hewan ataupun manusia sama-sama membuat rumah. Tapi dengan akalnya, maka manusia dapat lebih berkreasi dalam membangun tempat tinggalnya.  Manusia mampu menciptakan berbagai bentuk bangunan yang indah yang tidak dapat dibentuk oleh hewan.

 Yang kedua adalah qalbu, yaitu alat untuk memahami realitas dan nilai. Qalbu dapat membantu manusia dalam mengambil keputusan yang akan dimintai pertanggung jawaban. Qalbu juga dapat menjadi penentu, apakah seseorang dalam kondisi mengingat kepada Allah atau tidak. Ini dikarenakan qalbu bisa dalam keadaan zuhud maupun takwa. Kalau qalbu seorang hamba sudah zuhud, maka diajak beramal soleh dengan cara apa pun akan tetap sulit. Tapi kalau qalbunya takwa, maka akan mudah mengajak hamba tersebut pada kebaikan.

Dua hal lain yang terdapat dalam nafs yaitu hati nurani dan ruh. Hati nurani ini tidak pernah berdusta. Sementara itu, ruh merupakan faktor penting penghidupan seluruh nafs. Kalau ruh tidak ada, maka hal-hal lainnya tidak akan berjalan. 

Jadi, kalau mau mendidik jiwa seseorang, maka sentulah akal, qalbu, hati nurani, dan ruhnya. Kalau keempat bagian ini tidak tersentuh, maka tidak akan berhasil seorang manusia diubah jiwanya menjadi lebih baik.

Menyucikan Nafs

Nafs itu sangat dinamis, diciptakan dengan sempurna tapi harus dijaga sebab bisa rusak akibat maksiat. Cara menyucikan jiwa bisa dilakukan dari diri dan dari lingkungan. Dari diri sendiri  dilakukan dengan keluarkan infaq dari harta kita di jalan Allah, takut pada Allah, dan menjalankan shalat. Sebab, takut adalah ciri orang takwa yang selalu ingin dekat dan memohon kepada Allah, sementara shalat adalah kesempatan kita untuk menghadap Allah dan membersihkan diri.

Cara lain menjaga kesucian jiwa yang dilakukan dari diri sendiri yaitu dengan menjaga kehidupan seksual. Menjaga kesucian kehidupan seksual dalam bulan Ramadhan ditekankan untuk tidak melakukan hubungan suami istri pada siang hari, sedangkan kalau malam hari hal tersebut diperbolehkan. Dampak dari tidak menjaga kesucian kehidupan seksual adalah meningkatnya penyakit menular, tata sosial kacau dan tidak ada rasa tanggung jawab.  

Dan terakhir yang tak kalah penting dalam menyucikan jiwa adalah menjaga etika pergaulan dengan menghormati yang tua serta menyayangi yang muda. Karena sebagai makhluk sosial, penting bagi manusia untuk bergaul dan menjaga dirinya dengan etika agar tidak menimbulkan penyakit di masyarakat.

Mendidik jiwa juga bisa dilakukan oleh orang lain. Salah satu jalannya yaitu dengan diutusnya Rasul. Nabi saw pun telah bersabda bahwa dirinya diutus untuk memperbaiki akhlak manusia.

Mendidik Jiwa dengan Shaum

Shaum adalah kesempatan bagi kita untuk mendidik jiwa agar betul-betul rindu pada Allah. Shaum adalah upaya Islam mengajarkan manusia untuk bisa menahan, mengendalikan, menaklukkan dan menekan sumber-sumber nafsunya. Selain meninggalkan makan minum dan hubungan suami-istri di siang hari, dalam shaum juga harus meninggalkan dusta, gibah, fitnah, sumpah palsu, kata-kata kotor dan perbuatan nista. Shaum sempurna ketika kita selain taat pada Allah, kita juga bisa menjaga etika dalam hubungan social.

Oleh karena itu, shaum itu adalah saat dimana Allah mendidik kita dan mengajarkan pada kita agar memiliki jiwa yang betul-betul bersih.  Bukan saja bersih dalam pengertian taat pada perintah Allah, tetapi juga betul-betul memiliki kepedulian social yang tinggi. Dengan shaum, kita terdidik dengan perasaan sayang dan tulus pada orang lain.

Last Updated ( Wednesday, 25 August 2010 )
 
< Prev   Next >
 
Konsultasi Online


Rekening Zizwaf
Form Pendaftaran Relawan
Download Form Pendaftaran Relawan
Formulir Seleksi Nasional beasiswa Smart EI
Download Brosur SMART Ekselensia Indonesia
Download Formulir Pendaftaran SMART Ekselensia Indonesia
   
 
       

Dompet Dhuafa Jawa Barat
Jl. HOS Tjokro Aminoto (Pasirkaliki) No. 143 BAndung
Tlp. (022) 6032281, 6120218, Fax (022) 6120130, SMS 081-321-200-100, Email: info@dompetdhuafa.net