Kurbanku, Saksiku Print E-mail
Written by dey   
Monday, 01 October 2012

Image 

“Sesungguhnya hewan itu akan datang pada hari kiamat (sebagai saksi) dengan tanduk, bulu dan kukunya. Dan sesungguhnya darah hewan kurban telah terletak di suatu tempat di sisi Allah sebelum mengalir di tanah. Karena itu, bahagiakan dirimu dengannya” . (H.R. Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Hakim)

Saat ini kita berada pada empat bulan yang diistimewakan  (Al-Asy Hurul Hurum) yakni, bulan Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharram dan Rajab. Bulan-bulan ini di istimewakan oleh Allah Ta’ala dengan kesuciannya dan Dia menjadikan bulan-bulan ini sebagai bulan-bulan pilihan di antara bulan yang ada, serta mengharamkan peperangan pada bulan-bulan ini.

Bulan Dzulhijjah misalnya, diharamkan (disucikan) karena pada bulan ini mereka yang mampu melaksanakan Ibadah Haji akan disibukkan dengan  berbagai ritual manasik haji. Sedangkan kaum muslimin yang tidak melaksanakan haji melakukan keutamaan di bulan ini dengan menyembelih hewan kurban dan melaksanakan Shalat Idul Adha.

‘Idul Kurban bukanlah hari raya biasa. Untuk merayakannya tidak sekedar bertakbir, tahlil, tahmid, tasbih lantas dilanjutkan dengan Shalat Ied. Tapi lebih dari itu, Idul Adha mensyariatkan penyembelihan hewan kurban, mengingatkan kita untuk merenung, berpijak dari keagungan sejarah pengorbanan dan ketaatan seorang hamba yang shalih kepada Tuhannya.  

Melalui kurban, Allah SWT memberikan ruang dan peluang dalam mendekatkan diri kepada-Nya, dibuktikan dengan penyembelihan hewan kurban.  Dan balasannya tidak hanya ampunan, kecintaan, pahala, keridhoan, namun Insya Allah juga akan menjadi saksi yang memberatkan amal shalihnya di hari akhir.

Hari akhir  adalah hari dimana mulut kita dikunci. Kita akan mengalami tujuh kesulitan untuk mempertanggungjawabkan segala amal perbuatan. Tiada lagi pembelaan  selain hadirnya amal shalih yang pernah kita perbuat sewaktu di dunia.

Nabi bersabda dari Anas bin Malik ra, bahwasannya Rasulullah SAW bersabda: “Antara manusia dengan surga ada tujuh kesulitan, yang teringan kematian, dan yang terberat ketika berdiri di hadapan Allah, di saat yang zhalim dituntut oleh yang dizalimi.”  (HR. Abu Sa’id An-Naqasyi).

Kesaksian berarti pengabaran atas berita pasti atau sesuatu yang nyata. Hewan Kurban akan menjadi saksi karena ia akan menerangkan, memberitahukan  tentang apa yang dilihat, didengar dan dialaminya serta menetapkan suatu hak atas  orang yang berbuat (muqarrib).

Berbahagialah kita,  ketika Allah SWT meminta pertanggungjawaban hidup kita, muncul begitu banyak saksi-saksi kebaikan amal shalih kita, tak terkecuali amalan Ibadah Kurban yang kita laksanakan. Tak lupa mari kita bermohon semoga kurban kita sanggup menghapus seluruh dosa dan menjadi saksi yang menerangkan kebaikan kita. Aamiin. Wallahu’alam.  (Taufiq Hidayat)

Last Updated ( Monday, 01 October 2012 )
 
< Prev   Next >
   
 
       

Dompet Dhuafa Jawa Barat
Jl. HOS Tjokro Aminoto (Pasirkaliki) No. 143 BAndung
Tlp. (022) 6032281, 6120218, Fax (022) 6120130, SMS 081-321-200-100, Email: info@dompetdhuafa.net